Headline

Total Pengunjung

Advertorial

Berita Terkini

Tampilkan postingan dengan label Aspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aspirasi. Tampilkan semua postingan

15/02/12

Kardinah Jadi Rumah Sakit Rujukan

TEGAL(MP)- Dalam rangka memberikan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya, RSU Kardinah Kota Tegal terus berbenah. Hal itu sesuai dengan visi RSU Kardinah menjadi rumah sakit pilihan di wilayah pantura pada tahun 2014.

Dengan ruangan dan pelayanan yang lengkap masyarakat Kota Tegal tidak perlu lagi repot-repot harus berobat atau periksa ke luar kota. Setidaknya, Rabu (15/2) pembangunan  tiga ruangan baru dan pelayanan kesehatan MRI dan ESWL sebagai penunjang telah diresmikan.

Kelengkapan ruangan dan sarana prasarana yang memadai sekarang ini, diwujudkan dengan harapan RSU Kardinah bisa menjadi rumah sakit rujukan yang mampu mengelola kasus gawat darurat.

Walikota Tegal H Ikmal Jaya, SE Ak dalam sambutannya mengatakan, pembangunan ruangan baru di RSU Kardinah adalah dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal, dan menjadikan RSU Kardinah sebagai rumah sakit rujukan serta pilihan masyarakat. didik

Kompleks Gudang Barang Akan Dirubah Jadi Taman Kota

TEGAL(MP)- Komplek Gudang Barang (GB) akan di rubah menjadi taman kota, menyusul adanya rencana pembongkaran rumah-rumah dan warung yang di jadikan sebagai tempat prostitusi terselubung. Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dan PT KAI dalam waktu dekat akan segera melakukan pembongkaran rumah maupun warung yang ada di lokasi tersebut.

Walikota Tegal H Ikmal Jaya, SE Ak dalam Konferensi Pers mengatakan, setelah nanti rumah-rumah dan warung-warung dibongkar, kedepan lokasi Gudang Barang akan ditanami beberapa jenis tanaman, guna dijadikan sebagai taman kota.

“Kepada masyarakat yang ingin membuka usaha, agar mengedepankan niat baik untuk membuka usaha dan menjalankan usaha sesuai dengan usahanya,
dan agar senantiasa melaporkan hal-hal yang tidak benar, salah satunya seperti prostitusi terselubung, serta berhati-hati dengan maraknya tindakan trafficking,” imbau Walikota.

Ditambahkan, mengingat Kompleks Gudang Barang adalah kewenangan dari PT KAI, Pemkot Tegal telah berkoordinasi dengan PT KAI untuk menangani permasalahan prostitusi terselubung di beberapa rumah dan warung di komplek tersebut Setelah sosialisasi dilakukan pada 18 Februari, pembongkaran rumah-rumah yang digunakan untuk prostitusi segera dilakukan. Dan terkait dengan ada atau tidaknya ganti rugi merupakan kewenangan PT KAI. didik

09/02/12

Refleksi HUT PWI Ke-66 dan Peringatan HPN

TEGAL(MP)- Dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme Wartawan Menjawab Tantangan Perubahan Jaman, perayaan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke 66 dan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2012 yang jatuh pada tanggal 9 Februari berlangsung meriah.

Rangkaian kegiatan pun digelar, antara lain lomba rebana dan terbang kencer sekitar bulan November di aula Radio Sebayu FM, lomba foto dalam rangka ‘Tegal Bisnis’ yang dibagi dua kategori,  yakni jurnalis dan umum. Hasil jepretan para peserta lomba di pamerkan  di Pendopo Balaikota Tegal tempat puncak perayaan HUT PWI dan peringatan HPN di helat Kamis malam (9/2).

Puncak perayaan di hadiri oleh jajaran muspida, eksekutif dari empat daerah (Kota/Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan Brebes, PWI Pokja Brebes, Slawi dan Pemalang, wartawan, tokoh masyarakat, pengusaha dan tamu undangan lainnya.
 
Acara tersebut juga menghadirkan nara sumber Dr Yayat Hidayat Amir, Drs Khaerul Huda dan Drs Atmo Tan Sidik. Dalam kesempatan itu juga diserahkan hadiah lomba dan door prize berupa barang elektronik kepada semua yang hadir, baik tamu undangan maupun peserta. didik 

Ruas Jalan Dr Cipto Banyak Lubang

Sepanjang ruas jalan Dr Cipto Mangunkusumo Kota Tegal mulai batas kota di wilayah Kaligangsa ke arah timur hingga lampu merah sebelum terminal Kota Tegal rusak dan banyak yang berlubang. Kondisi jalan yang membahayakan memicu terjadinya kecelakaan yang menimpa pengguna jalan yang melintas diwilayah tersebut.

Di wilayah Kaligangsa tepatnya di depan SPBU Kaligangsa kondisi jalan banyak yang berlubang. Di ruas jalan ini pengguna sepeda motor sangat kesulitan untuk menghindari lubang yang menganga, apalagi saat arus lalu lintas padat, sehingga tidak sedikit pengguna sepeda motor yang terjatuh.

Solihin (40) sopir truk asal Madiun Jawa Timur yang biasa bolak balik melintasi jalan tersebut dan kebetulan  mampir di SPBU kaligangsa untuk mengisi solar mengaku, dua minggu yang lalu pernah as pada kendaraannya patah gara-gara tidak mampu menghindari lubang di depan SPBU tersebut. “Waktu itu hujan turun dan lubang-lubang di jalan ini banyak yang digenangi air,  dan karena tidak bisa menghindar akhirnya ya saya terjang aja, gak tahunya tiba-tiba ada yang gak beres dengan truk saya, padahal saya sudah hati-hati karena truk sarat muatan,” keluhnya.

Selain di wilayah Kaligangsa dan Krandon, lubang juga terdapat di Sumurpangang. Di wilayah ini tepatnya mulai pasar Sumurpanggang hingga lampu merah banyak terdapat lubang. Kondisi jalan juga diperparah dengan adanya aspal yang bergelombang. Bahkan di depan Polsek Sumurpanggang kondisi jalan nampak lebih parah lagi, mengingat lubang yang ada terlalu menganga dan tergenang air hujan. Jalan pun licin, akibatnya tidak sedikit pengguna jalan seperti pengendara sepeda motor dan becak yang terpeleset dan jatuh.

Suryono (38) warga Jalan Dr Cipto menjelaskan, bahwa kondisi jalan pantura di wilayah Kecamatan Margadana kondisinya cukup memprihatinkan, terutama mulai depan pasar Sumurpanggang hingga lampu merah sebelum terminal. “Mohon pihak yang berwenang untuk segera tanggap dengan kondisi jalan yang kerap membahayakan penggunannya. Jangan dibiarkan seperti ini terus kasihan mereka para pengguna jalan yang biasa melintas,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Yuliyanto (35) warga Jalan Dr Cipto. Menurutnya, kondisi jalan yang ada sudah cukup memprihatinkan dan bahkan membahayakan, sehingga sudah semestinya jalan yang berlubang dan bergelombang tersebut diperbaiki. “Ya begitulah kondisi jalan pantura di wilayah Kecamatan Margadana, memang harus segera diperbaiki, kalau berlubang ya ditambal dan bila bergelombang ya dikerok agar rata sehingga tidak licin,” tandasnya.

Dia juga berharap anggota dewan yang berasal dari wilayah setempat untuk urun rembuk meneruskan keluhan masyarakat yang meminta agar jalan diperbaiki. “Ya ikut menyalurkan dan meneruskan keluhan masyarakat pengguna jalan tersebut kepada pihak terkait,” pungkasnya. didik

07/02/12

Simoss BP2T Berikan Kemudahan Layanan

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pemberian pelayanan kepada masyarakat, utamanya perijinan dan non perijinan, Pemkot Tegal melalui Badan Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BP2T) terus  meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengelola perijinan dan pemohon. Baru-baru ini BP2T telah mengembangkan sistem yang mampu memberikan layanan secara cepat, mudah dan akurat. Adalah Sistem Informasi Manajemen One Stop Service (SIMOSS) yang di launching secara resmi oleh Walikota Tegal H Ikmal Jaya, SE Ak.

Kini masyarakat atau pemohon ijin dimanjakan dengan tidak perlu repot-repot harus bolak-balik ke kantor BP2T. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang lebih canggih dari sebelumnya dengan membangun SIMOSS merupakan babak baru dalam perijinan di Kota Tegal.

Walikota dalam kesempatan tersebut juga menyambut baik dengan adanya sistem informasi manajemen satu pintu di Kota Tegal. Menurutnya, pelayanan perijinan dan non perijinan BP2T memudahkan pelayanan perijinan informasi yang mudah, cepat dan akurat kepada pemohon yang berbasis teknologi.    

Sementara,  Kepala BP2T Kota Tegal Syarif Hafawi mengemukakan, investasi memiliki peran penting sebagai pendukung utama pertumbuhan ekonomi, kegiatan investasi, dan memberikan multiflier effect berupa penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan pendapatan masyarakat. Sehingga akan mempu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Maksud dan tujuan SIMOSS itu antara lain, memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan perijinan dan non perijinan dengan cepat, sebagai bentuk pelayanan yang berbasis teknologi informasi dalam proses pengelolaan data,” terang Syarif.

Sebagai bentuk kemitraan, lanjutnya, pemerintah mengandeng dunia perbankan, khususnya Bank Jateng untuk memberikan pelayanan yang mampu mendorong iklim usaha yang kondusif bagi penanaman modal dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan sistem on line, pemohon tidak perlu datang ke BP2T untuk mendaftar atau mencarai informasi persyaratan pada layanan perijinan.

“Cukup dengan mengunjungi web www.simoss-tegalkota.go.id melalui internet dimanapun berada, dan dilengkapi juga dengan SMS gateway nomor 08112625757 yang bisa menerima broadcast, aduan dan menanyakan status proses perijinan yang dimohonkan. Pelayanan perijinan jadi jauh lebih mudah,  akurat dan cepat, dengan tidak mengabaikan fungsi regulasinya dan meminimalisir praktek percaloan,” pungkasnya. andi

04/02/12

Perlukah PAI Diruwat ?

Acara talkshow obrolan santai atau 'obras' yang digelar Radio Gama FM Tegal setiap hari Kamis mulai pukul 13.00 hingga 14.00 wib, sangat dinikmati para pendengar setianya. Acara yang dipandu penyiar kawakan H Tambari Gustam dan Dinhaz Yusak ini bernuansa  perpolisian masyarakat (Polmas) dengan menyuguhkan tema “Polisi Jakwire Wong Tegal”.

Berbagai usulan menarik dan unik memenuhi acara obras tersebut. Semua usulan itu dibahas dengan gaya santai dan diselingi guyonan khas dua penyiar yang cukup dikenal di Kota Tegal.

    Siaran langsung atau live obrolan santai yang menghadirkan Kapolres Tegal Kota AKBP Haryadi Muktas,SIK MSi kala itu diwarnai usulan dari seorang warga bernama Jabrik yang menyampaikan agar PAI (Pantai  Alam Indah) di ruwat, agar tidak ada korban jiwa dan sebagai tolak bala. “Ini biar enggak ada korban jiwa lagi dan untuk tolak bala. Jadi saya usul agar PAI diruwat saja,” ucap jabrik yang menelepon ke Radio Gama FM. Spontan saja, usulan tersebut membuat kedua penyiar itu tertawa lepas.

    Menanggapi apa yang disampaikan Jabrik, TamTam sapaan akrab H Tambari Gustam menyatakan, usulan itu cukup menarik dan diluar dugaan. Karena pendengar lain di radio ini banyak yang menyoroti agar keamanan PAI lebih di perketat. ”Petugas keamanannya juga harus cerewet untuk mengingatkan pengunjung yang nekat berenang mendekati bendera merah,” ujar Tam Tam.

    Sampai sekarang pun kasus pengunjung tenggelam di obyek wisata PAI memang masih menjadi sorotan masyarakat luas .Mereka berharap agar dilokasi itu di perketat pengamannya, dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

    Kapolres Tegal Kota yang waktu itu lebih banyak mendengar usulan dan pendapat masyarakat  soal keamanan wilayahnya, sangat menghargai usulan tersebut. Namun menurutnya, usulan soal ruwat tentu akan lebih baik bila dikoordinasikan dengan pengelola. “Kami dari kepolisian akan terus meningkatkan patroli di pinggir pantai dengan perahu karet yang dilakukan oleh personil Sat Polair.Hal itu untuk memberikan rasa aman terhadap wisatawan atau pengunjung obyek wisata tersebut,” terang AKBP Haryadi Muktas, SIK MSi.

    Dan untuk keamanan dibagian darat atau dipesisir pantai, pihaknya menerjunkan personil dari Kesatuan Obyek Vital (Sat Obvit) yang akan membantu pengelola obyek wisata mengingatkan pengunjung atau wisatawan bila menemui hal yang rawan atau berbahaya. didik

Tanjakan Ciregol Terancam Longsor

Tanjakan Ciregol diprediksi tidak lama lagi akan mengalami longsor. Pasalnya, musim penghujan tahun ini sudah mulai turun dan keberadaan air hujan dimungkinkan akan mendorong tanah dengan mudah, sehingga terjadi pergeseran tanah di sekitar area ini. Guna mencegah ancaman longsor, semestinya dinas yang terkait segera mengantisipasi hal yang tidak diinginkan tersebut. 

   Kekhawatiran tanjakan di jalur lintas Tegal - Purwukerto kembali putus semakin bertambah seiring munculnya retakan dan perubahan kemiringan sejak jalan tersebut dibuka.Tidak sedikit pengguna jalan yang melintas ketar ketir dan akan terganggu bilamana ancaman longsor itu terbukti dan menjadi kenyataan.

    Camat Tonjong, Drs Hudiyono MSi mengatakan, retakan atau rekahan tanah di Ciregol sudah lama muncul, jika diguyur air hujan terus menerus tidak mustahil tanah akan longsor dan dampaknya mengancam keberadaan jalan. Kondisi jalan tersebut telah dilaporkan dalam rapat koordinasi tentang evaluasi jalan Ciregol di Polres Brebes. Dari hasil rakor tersebut, semua dinas terkait harus menjaga kondisi jalan Ciregol, salah satunya dengan pengetatan kendaraan berat yang masuk jalur Ciregol. "Kendaraan berat setiap hari melintas di jalan Ciregol, bahkan tidak jarang kendaraan berat ada yang terguling akibat tak mampu menaiki tanjakan yang berkelok." ujarnya.

    Abdul Latief  SAg, salah satu tokoh masyarakat Desa Kutamendala Tonjong Kabupaten Brebes mengatakan, rambu lalu lintas kini sudah terpampang dengan jelas adanya batasan kendaraan yang melintas, namun rupanya kesadaran para pengemudi terutama angkutan truk diatas 16 ton masih nekad melintas tanpa mempedulikan rambu-rambu yang ada. Biasanya angkutan berat ini melintasnya pada waktu sore menjelang malam, mereka mulai bermunculan mengingat petugas di saat sore ini tak ada di lokasi.

    "Jalan Ciregol yang merupakan jalan nasional mestinya penanganannya harus lebih baik dan cepat tidak harus menunggu sampai jalan tersebut putus. Mengapa demikian, sebab jalan ini punya nilai ekonomis yang sangat besar. Dampaknya akan menghambat semua aktifitas masyarakat baik di desa maupun di kota. Kemudian kepada para sopir pengendara angkutan berat agar ikut memelihara keberadaan jalan Ciregol, yaitu dengan mematuhi aturan tonase yang sudah ditetapkan dengan batas maksimal 16 ton. Sehingga usia tanjakan Ciregol akan lebih lama keberadaannya walaupun disana sini masih banyak yang harus diperbaiki," imbuhnya. Imam Suwondo

Rusunawa Wujud Keberpihakan Pemerintah Pada Rakyat Bawah

Berawal dari langkah antisipatif karena Kota Tegal menurut hasil survey Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah dinilai merupakan daerah yang sudah mulai timbul kantong-kantong kumuh, Pemerintah Kota Tegal membangun rumah susun sewa (Rusunawa). Wacana pembangunan rusunawa bagi masyarakat miskin sudah mulai ramai dibicarakan ditengah masyarakat Kota Tegal sejak tahun 2010.
 
  Pada dasarnya program penanganan permasalahan daerah kumuh memang merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat  berpenghasilan rendah yang tidak mampu memiliki hunian layak. Lebih utama lagi kepada mereka yang bertempat tinggal didaerah kumuh, menempati bantaran sungai atau bangunan-bangunan  liar yang melanggar tata ruang kota.

    Pemkot Tegal sendiri telah mempersiapkan berbagai persyaratan seperti, penyediaan lahan kosong, serta persiapan lain seperti jaringan listrik dan air bersih yang nantinya siap sambung saat bangunan jadi. Termasuk juga peraturan daerah (Perda) yang mengatur dalam pengelolaan rusunawa tersebut dan siapa yang berhak menjadi penghuninya berikut berapa sewanya.

    Seperti apa yang pernah diberitakan di MP edisi 87, Wakil Walikota Tegal H Habib Ali Zaenal Abidin ZE beberapa waktu lalu saat meninjau lokasi rusunawa di sebelah barat Kantor Kecamatan Tegal Barat mengemukakan, rusunawa Pemkot Tegal akan diprioritaskan bagi keluarga atau masyarakat yang menempati lingkungan kumuh bantaran sungai, atau masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk diantaranya penyandanng cacat dan lansia. Bahkan rusunawa yang berkapasitas hanya 192 unit dan 4 unit untuk penyandang cacat atau lanjut usia diminati oleh 600 kepala keluarga (KK). Oleh karenanya Pemkot Tegal akan melakukan seleksi.

    “Pada tahap awal akan dibangun 2 twin rusunawa dari rencana semula 3 twin rusunawa, 1 twin atau gedung rusunawa ini memiliki luas 60 meter kali 25 meter. Masing-masing lantai di isi 24 unit ruang kamar dengan luas 24 meter persegi, kecuali lantai dasar digunakan sebagai tempat parkir dan 2 ruang kamar bagi penghuni lansia atau penyandang cacat,” jelas Habib.

Peletakan batu pertama     Mulai pertengahan Nopember rumah susun sewa (Rusunawa) di Jalan Sawo Barat Kelurahan Kraton Kecamatan Tegal Barat mulai dibangun. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan dilakukan oleh Walikota Tegal H Ikmal Jaya, SE Ak beserta jajaran pimpinan Muspida, beberapa waktu yang lalu.

    Diprediksi seluruh bangunan dua twin blok rusunawa tersebut bakal selesai dalam waktu delapan bulan. Sesuai rencana dalam 1 twin bloknya terdapat 96 petak dengan ukuran per petaknya sama dengan rumah type 24 yakni 4,5 x 5,4 meter.

    Managemen Konstruksi Wilayah atau Konsultan Pengawas Pembangunan PT Citra Murni Semesta Jakarta, Usep Romli mengatakan, rusunawa yang dibangun di Kota Tegal berbeda dengan pembangunan-pembangunan hunian sama pada tahun-tahun sebelumnya, karena ada pembaruan dalam konstruksi rusunawa di Kota Tegal. Diantaranya untuk masalah sampah, penghuni tidak perlu lagi menenteng-nenteng sampah dari atas ke bawah untuk membuangnya. Cukup dari atas melalui shaft yang sudah disediakan.

    Selain itu, lanjutnya, pembaruan lainnya adalah penempatan air dan fasilitas yang disediakan khusus untuk orang cacat. Dalam pembangunannya menggunakan tiang pancang sepanjang 6 meter yang akan ditanam sedalam kurang lebih 40 meter. Untuk rangka bangunan, bahan yang digunakan adalah baja galvanis. Sedangkan untuk sambungan-sambungannya tetap menggunakan side mix yang sudah teruji dan betonya K-350. Kusen tidak menggunakan kayu melainkan aluminium dengan tujuan agar tidak mudah keropos.

    Rusunawa dibangun dengan betuk L dan menyesuaikan lahan yang ada. Satu twin blok menghadap ke utara dan satunya lagi menghadap ke Barat. Untuk keamanan pun sudah dipikirkan sebelum membangun rusunawa. Seperti keamanan kebakaran, setiap saft diberi satu hydran pemadam kebakaran. Kemudian masalah listrik juga sudah didesain sedemikian rupa agar tidak berbahaya dan mudah mengaksesnya, termasuk juga pintu darurat juga dibuatkan.

    Dalam kesempatan tersebut walikota menjelaskan, rusunawa dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Karenanya kontraktor dan konsultan diharap bisa membangun dengan lancar, tepat waktu dan hasilnya bagus sesuai dengan bestek. Walikota juga mengingatkan kepada dinas terkait untuk mencermati pembangunannya. Sebab ini percontohan, sehingga jangan sampai setelah jadi kelak kosong tak berpenghuni dan mangkrak.

    Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Seni Budaya dan Pariwisata Kota Tegal  (Disporasenbudpar) yang juga mantan Kepala DPU, Ir HM Wahyudi  mewanti-wanti, bahwa dulu kawasan ini merupakan lahan penampu-ngan air, sehingga perlu diperhatikan pula masalah banjir. Karena kedepannya dibagian utara juga akan dibangun Jalingkut. Dengan demikian akan rawan sekali terjadi genangan air. Selain itu kualitas bangunannya juga harus tahan dengan air yang menggenang.

    Sementara beberapa warga kurang mampu saat dimintai tanggapannya mengaku cukup senang dan berharap bisa dapat jatah untuk ikut menempati bangunan tersebut. didik

Archive

free counters


Dalam menjalankan tugasnya semua wartawan Muara Pos dibekali Surat Tuas dan ID Card serta namanya tercantum dalam Box Redaksi

Kisah Nyata

Sosok