Headline

Total Pengunjung

Advertorial

Berita Terkini

Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan

19/02/12

Kadin Dukung Program Tegal Bisnis

TEGAL(MP)- Pengurus Kamar dagang dan industri (Kadin) sebagai mitra Pemerintah Kota Tegal dan sebagai organisasi yang membina, serta menyalurkan kreatifitas pengusaha kecil menengah hingga atas, sangat mendukung Program Tegal Bisnis tahun 2012.  Pencanangan program tersebut juga sesuai dengan visi dan misi Kadin, yakni mewujudkan dunia usaha nasional yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Ketua Kadin, Husein Afif mengungkapkan, sebagai organisasi yang lahir berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987, dan direvisi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2010, akan menggelar kegiatan di PPIB Kota Tegal yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni mendatang. Kegiatan itu nantinya untuk membantu para pelaku usaha.

Soal kendala modal yang selama ini dihadapi para pelaku usaha, dikatakan Husein, Kadin melakukan kajian peluang dan membantu menjembatani dengan perbankan. Hal itu agar pengusaha bisa mendapatkan kemudahan dalam pengajuan permodalan.

Saat ini, pihaknya telah melakukan kerja sama dan pembinaan dengan baik terhadap sejumlah bidang usaha. Antara lain batik, tenun, galangan kapal, logam, dan shutlecock. Untuk pemasarannya, Kadin berupaya membantu dengan mensosialisasikan melalui website serta para pengusaha di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Kadin.
 
“Kadin sebagai mitra pemerintah siap mendukung dan secara rutin akan melakukan rapat koordinasi, baik pengurus maupun para pengusaha. Kadin berharap dengan pencanganan program Tegal Bisnis, para pelaku usaha mampu berkembang dan menjadikan Kota Tegal memiliki produk unggulan,” pungkasnya. gus

04/02/12

KTT Brebes Sabet Juara Provinsi dan Nasional

Kelompok Tani Ternak (KTT) ayam buras Srikandi asal Desa Bentar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes setelah memenuhi sejumlah aspek penilaian mulai dari aspek hulu, budidaya, agribisnis serta kelembagaan dan inovasi, akhirnya dinyatakan sebagai Juara 1 dalam lomba yang diadakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Selain itu KTT  yang diketuai Nani Mulyani cukup unik karena pelakunya adalah kaum hawa. Selain itu masih ada lagi KTT sapi potong Cikoneng Sejahtera asal Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes yang diketuai Somadillah.

    Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Ir Nono Setyawan melalui Kabid Usaha Peternakan Ir. Handojono, menjelaskan untuk penghargaan juara kepada KTT ayam buras Srikandi langsung diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo pada acara Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Demak baru-baru ini. Karena berhasil menduduki peringkat 1 untuk tingkat Provinsi Jateng, pada tahun 2012, KTT tersebut akan maju ke tingkat nasional. Dan bila di tingkat nasional kembali menang dan juara 1, maka kelompok ternak ayam buras Srikandi ini  bukan hanya membawa nama baik Kabupaten Brebes saja, melainkan juga membawa bendera Provinsi Jawa Tengah.

    Ditambahkan, penghargaan untuk KTT sapi potong Cikoneng Sejahtera diberikan langsung kepada Bupati H Agung Widyantoro SH MSi oleh Presiden SBY di Istana Negara. Kelompok ternak ini sebelumnya juga meraih juara satu lomba agribisnis kelompok ternak sapi potong tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2010. Dan lomba yang dilaksanakan awal Oktober lalu menyangkut empat aspek penilaian, yakni aspek administratif, fisik, teknis, dan ekonomi. Penilaian fisik meliputi kondisi lingkungan dan penataan kandang, serta jumlah populasi sapi yang ada di kandang tersebut, aspek teknik berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi pemeliharaan sapi, termasuk alat-alat dan mesin yang digunakan.

    Sementara itu, ilmu pengetahuan yang diterapkan antara lain pemanfaatan biogas dari kotoran sapi, pupuk organik, serta lahan rumput yang ada di sekitar kandang. Sedang untuk aspek administratif dan ekonomi antara lain meliputi pengelolaan modal hingga pascapanen dan penjualan. Selain berhasil, lanjutnya, dalam beberapa kualifikasi oleh tim penilai, kelompok ternak Cikoneng Sejahtera yang beranggotakan 61 orang itu, juga mampu mengembangkan manfaat limbah kotoran sapi menjadi sumber energi biogas dan pupuk organik yang dimanfaatkan oleh masyarakat. didik

KPRI DWIJA Tonjong Koperasi Berprestasi

Ditengah maraknya koperasi unit desa yang kini tidak sedikit mengalami gulung tikar, KPRI DWIJA Kecamatan Tonjong justru mengalami peningkatan dan bahkan menjadi satu-satunya koperasi yang menyandang predikat berprestasi di tingkat Kabupaten Brebes tahun 2011. Pengukuhan koperasi berprestasi tersebut ditandai dengan penerimaan tanda penghargaan serta pemberian hadiah lainnya pada tanggal 12 Juli 2011 di Brebes beberapa waktu yang lalu.

    Koperasi yang beranggotakan 258 orang guru aktif dan pensiunan, memiliki kekayaan berkisar 3,1 miliar rupiah, dengan jenis usaha USP (Usaha Simpan Pinjam), toko, pelayanan listrik dan pulsa secara on line .

    Ketua KPRI DWIJA Kecamatan Tonjong, Suraji SPd mengatakan, bahwa koperasi DWIJA yang berdiri berdasarkan azas kekeluargaan bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Semua yang tergabung sebagai anggota diajak untuk aktif memajukan koperasi agar koperasi yang dimaksud  bisa terus berkembang dan bermanfaat utamanya bagi anggotanya.

    "Maka demi perkembangan dan kemajuan koperasi semua anggota kita ajak untuk ikut aktif memajukan usaha koperasi, sehingga koperasi yang merupakan miliknya akan terus berkembang sesuai harapan kita semua," terangnya.

    Pengurus, kata dia, berusaha memberikan pelayanan terbaiknya kepada anggotanya, walaupun tetap ada yang merasa belum puas.Tapi semua itu harus disadari, mengingat  anggota memiliki sifat yang beragam. Untuk itu pengurus harus menjadi layaknya orang tua yang memiliki sifat penyabar.

    Dijelaskan lebih lanjut, sebagai tantangan serius adalah munculnya berbagai macam bank yang menawarkan pelayanan dengan berbagai bentuk  kemudahan dan pelayanan cepat. Untuk itu koperasi harus bisa membentengi anggotanya agar tidak menggunakan jasa di luar koperasi. Maka pelayananpun harus ditingkatkan agar anggota merasa diperhatikan akan kebutuhannya.

    "Sekarang perekonomian guru sudah bisa dikatakan maju bahkan sejahtera jika dibandingkan dengan era tahun 80an atau sebelumnya. Maka tidak heran kalau banyak bank yang melirik guru untuk menjadi nasabahnya. Mengapa demikian ? sebab boleh dikatakan guru tidak pernah macet dalam kriditnya," jelasnya.

Koperasi, pungkas dia, akan maju atau gulung tikar tergantung dari peran anggota itu sendiri, kalau merasa memiliki tentunya akan ikut menjaga dan mengembangkannya sesuai dengan visinya, yaitu koperasi maju serta anggotanya  sejahtera.

"Dengan adanya koperasi tersebut saya bersyukur kebutuhan yang mendesak bisa terbantu, sehingga saya tidak harus pergi pinjam kesana kemari. Seandainya guru tidak punya koperasi seperti apa pusingnya dalam mencari kebutuhan yang sangat mendesak," imbuh Taryati SPd salah satu guru SDN Tonjong 01 Kecamatan Tonjong. Imam Suwondo

Kota Tegal Inflasi 0,5 Persen

Kota Tegal pada Bulan Nopember 2011 mengalami inflasi 0,50 persen. Dari tujuh kelompok pengeluaran yang dijadikan acuan dalam penghitungan inflasi, lima kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi.  Komoditi yang memacu inflasi di bulan ini adalah cabe merah, telur ayam ras, semen, emas perhiasan, dan daging ayam ras. Sedangkan komoditi yang mengalami deflasi adalah komoditi bayam, cumi-cumi, bandeng, cabe hijau, dan minyak goreng.
Inflasi yang terjadi pada Bulan Nopember 2011 jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang terjadi pada
Bulan Oktober 2011. Pada empat kota di Jawa Tengah yang diukur tingkat inflasinya, semua kota mengalami inflasi/kenaikan indeks, yaitu Purwokerto sebesar 0,56 persen, Kota Semarang sebesar 0,51 persen, Kota Tegal sebesar 0,50 persen dan Kota Surakarta sebesar 0,48 persen.

Kelompok bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 1,48 persen. Inflasi  terbesar terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan 10,84 persen, sub kelompok telur, susu dan hasilnya 7,21 persen, sub kelompok daging dan hasilnya 1,63 persen, sub kelompok buah-buahan 1,07 persen, dan pada sub kelompok padi, umbi dan hasilnya 0,06 persen.

Pada sub kelompok lainnya mengalami deflasi, yaitu sub kelompok ikan segar 3,21 persen, sub kelompok sayuran 0,73 persen, sub kelompok lemak dan minyak 0,53 persen, sub kelompok ikan diawetkan 0,10 persen, dan sub kelompok kacang-kacangan 0,06 persen. Sedangkan pada sub kelompok bahan makanan lainnya stabil.

Kelompok Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, mengalami inflasi sebesar 0,06 persen. Inflasi terjadi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol  sebesar 0,38 persen. Sedangkan pada sub kelompok makanan jadi dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol stabil.

Kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi yaitu 0,43 persen. Inflasi terjadi pada sub kelompok biaya tempat tinggal 0,85 persen. Pada sub kelompok penyelenggara rumahtangga terjadi deflasi sebesar 0,05 persen.  Sedangkan pada sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air serta pada sub kelompok perlengkapan rumahtangga stabil.

Kelompok Sandang, mengalami inflasi sebesar 0,72  persen. Pemicunya adalah inflasi pada sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnnya sebesar 1,65 persen. Pada sub kelompok sandang laki-laki, sub kelompok sandang wanita dan pada sub kelompok sandang anak-anak tidak mengalami kenaikan indeks/stabil.

Kelompok Kesehatan, mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan pemicu kenaikan adalah pada sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,22 persen.  Sedangkan pada sub kelompok jasa kesehatan, sub kelompok obat-obatan dan pada sub kelompok jasa perawatan jasmani stabil.
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, mengalami deflasi sebesar 0,01 persen, dengan pemicu deflasi pada sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,07 persen, sedangkan pada empat sub kelompok lainnya stabil.(*)

Archive

free counters


Dalam menjalankan tugasnya semua wartawan Muara Pos dibekali Surat Tuas dan ID Card serta namanya tercantum dalam Box Redaksi

Kisah Nyata

Sosok