Headline

Total Pengunjung

Advertorial

Berita Terkini

Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

05/10/13

SDN Karanganyar 01 Terapkan Gerakan Bersama Matikan Televisi

Slawi (MP) - Guna dapat meningkatkan prestasi para siswa, berbagai upaya terus dilakukan SDN Karanganyar 01 Kec. Kedungbanteng Kab.Tegal. Mulai dari peningkatan profesionalisme kinerja para guru, melengkapi sarana prasarana dan tambahan Jam pelajaran bagi para siswa. Selain itu sekolah juga terus mensosialisasikan adanya program " Gerakan Bersama Matikan Televisi anatara Jam 18.00 - 20.00 ''.

                                                                              Kepala Sekolah 
Demikian dikatakan Kepala SDN Karanganyar 01, Drs.Samsul Hidayat  melalui salah seorang guru, Cahyono S.Pd, adanya '' Gerakan bersama matikan televisi ini bertujuan untuk mengarahkan siswanya agar pada jam 18 - 20.00 dimanfaatkan waktunya untuk belajar. Untuk itu, kami berharap agar para orang tua ikut mendukung adanya program tersebut,''tutur Cahyono.

                                                                          Cahyono S.Pd 
Lebih lanjut dikatakan, SDN Karanganyar 01 sesuai dengan visinya ''Berilmu pengetahuan, Berprestasi, Terampil, Berkepribadian dengan dasar Imtak kepada Tuhan Yang Maha Esa akan terus berupaya meningkatkan prestasi baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang non akademik.Dan dengan didukung para guru yang ada akan menerapkan sistem Operatif Learning yang bertujuan agar siswa aktif dalam pembelajaran. Selain itu juga dengan melengkapi fasilitas yang dimiliki sekolah seperti adanya sarana Online, Lap Top, alat peraga dan LCD Proyektor. Mudah - mudahan dengan adanya upaya ini, dapat meninmgkatkan prestasi siswa,'' harap Kepala Sekolah. 
                                                                         Siswa Saat Kegiatan

Salain bidang akademik, sekolah juga memberikan kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, Olahraga, Seni Calung dan Rebana. Berbagai prestasi telah dapat dicapai, diantaranya dalam lomba LCC pernah meraih Juara 1, lomba siswa berprestasi meraih Juara 2, lomba khitobah meraih Juara 1 putra dan Juara 2 putri serta beberapa kejuaraan lainnya. (sen/dik)                    

     

03/10/13

SDN Sumurpanggang 3 Gratiskan LKS dan Buku Pelajaran


Tegal (MP) - Kiprah SDN Sumurpanggang 3 Kec. Maradana Kota Tegal, dibawah kepemimipinan Ridwan S.Pd terus menunjukan adanya peningkatan. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahunnya. Ini menunjukan adanya kepercayaan dan penilaian positif dari masyarakat yang terus mengalir, sehingga mereka orang tua segera menyekolahkan anak didiknya di sekolah ini.


Dipaparkan salah seorang guru, Joko Sundang, S.Pd, ketika MP menanyakan sejauh mana peningkatan SDN Sumurpanggang 3 dibawah kepemimpinan Ridwan S.Pd. Menurutnya Meski sebagai Kepala Sekolah, beliau tidak merasa dirinya sebagai Kepala Sekolah, bahkan dengan semua rekan guru menganggapnya sebagai mitra atau teman kerja, selain transparan dalam hal anggaran, beliau juga selalu memberikan kebijakan - kebijakan yang meringankan  para orang tua diantaranya  dengan membantu siswa kurang mampu melalui dana BOS, menggratiskan LKS dan buku - buku pelajaran.

Sisi lain sekolah, mski sebagai sekolah dasar negeri,  dalam pembelajaranya sekolah selalu menerapkan nilai - nilai Islami, seperti dengan adanya pelajran Tadarus dan  hafalan Jus'ama bagi kelas 1,2, 3 dan bagi para lulusan diharapkan mereka telah khatam Al Qur'an. Dan saat ini dengan adanya kurikulum Tematik, sekolah sudah melaksanakan dan mendukung kurikulum 2013  '' terang Joko.

Sederet Prestasi telah dapat dicapai SDN Sumurpanggang 3 Kota Tegal, seperti Juara 1 Turnamen Futt sall antar SD/ MI (SD Mutu), Juara 2 lomba Mapsi Khitobah, Juara 1 Lomba cerdas cemat tingkat SD dan sederet prestasi linnya. (sen/dik)    

       

Dalam UN, 9 Siswa SDN Sidakaton 4 Raih Nilai 100

Slawi (MP) - Sebuah gebrakan baru dalam upaya mendongkrak prestasi siswa, telah dapat dilakukan SDN Sidakaton 4 Kec. Dukuhturi Kab. Tegal, yaitu dengan hasil UN yang telah dicapai para siswa, khususnya dalam mapel Matematika, 9 anak telah dapat meraih nilai 100 dan  7 anak  meraih nilai 9,50 serta 1 yang meraih nilai 9,75. 

                                                          Siswa Pada Saat Wisuda
Hal ini seperti disampaikan Kepala SD Sidakaton 4, Akhmad Subkhan S.Pd, melalui guru mapel kelas 6, Imamudin S.Pd,SD, kepada MP, menjelaskan bahwa dari 9 anak yang meraih nilai 100 dalam mapel Matemaika antara lain, Atik Sofiana, Fina Andani, Hasanudin, Ismi Maudia, Imam Fikri Hambali, Markhatun Khasanah, Yazid Izzudin, Nurul Amisatul Azizah, Naila Alfin Aulia. Dan 2 tahun secara berturut - turut dalam perolehan hasil nilai UN SDN Sidakaton 4 se-Kec Dukuhturi menempati urutan rangking pertama, bahkan pada tahun ajaran 2011/2012 ada siswa  yang bernama Khilyatul Aulia dalam UN mamapu meraih nilai tertinggi 29.50 untuk mapel Bhs.Indonesia 100, Matematika 9,75 serta dalam mapel IPA meraih nilai 9,75.  Meski demikian, sekolah akan tetap berusaha mempertahankan prestasi nilai yang telah diraih para siswanya, terang Kepala Sekolah.

Selain di dukung dengan  fasilitas yang cukup memadai dan guru yang telah terlatih dalam bidangnya, kami optimis kedepan dapat terus meningkatkan prestasi siswa. Saat ini dalam bidang sarana, sekolah telah dilengkapi dengan sarana Perpustakaan, Internet Online, Komputer, Laptop dan LCD Proyektor. Berbagai pestasipun telah dapat diraih, diantaranya Juara 1 Mocopat Putra tingkat Kecamatan, rencananya akan maju di tingkat Kabupaten dan Juara 1 lomba  SD  Berkarakter Kebangsaan tngkat Eks Karesidenan Adiwerrna serta sederet prestasi linnya.

Dengan adanya sekolah telah dapat membuktikan prestasinya kepada masyarakat, kami berharap SDN Sidakaton 4 dapat menjadi SD Favorit pilihan masyarkat, ungkap Kepala Sekolah diakhir perbincangannnya. (Sen/dik)   
          

22/09/13

SDN Bongkok 02 Tarik Pungutan Memberatkan

Slawi  (MP) -  Dengan adanya peningkatan besarnya BOS untuk tiap peserta didik khususnya pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), maka pemerintah dengan tegas melarang adanya pungutan biaya pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Adapun yang mengatur tentang larangan pungutan biaya pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2011 (Permendikbud No.60 Tahun 2011).

Lain halnya seperti yang dialami para orang tua yang menyekolahkan anak didiknya di SDN Bongkok 02  Kec. Kramat Kab. Tegal, pada saat PPDB ( Pendaftaran Peserta Didik Baru), mereka mengeluh tentang adanya tarikan atau pungutan dari sekolah tersebut. Dan dari data yang dihimpun MP serta dari adanya penuturan beberapa para orang tua yang tidak mau disebut namanya, mereka menilai bahwa pungutan itu untuk pendaftaran, padahal Dinas Pendidikan Kab. Tegal melarang sekolah untuk memungut pendaftaran.  Dan adanya pungutan itu bervariasi jumlahnya, dari  Rp. 50 -  Rp. 200.000. Yang kata para orang tua itu menuturkan, tidak adanya kwitansi dari sekolah, kalau pengin jelasnya lebih baik ke sekolah,'' kata salah satu orang tua siswa.  

Dan ketika MP, mencoba mengklarifikasi, yang di temui Kepala Sekolah, Santi Suriti S.Pd, yang didampingi para guru Purmoko dan Sri Mulyati yang juga sebagai bendahara BOS. Dari penerimaan mereka yang menilai wartawan hanya mecari - cari saja. Padahal kami, sebagai wartawan hanya pengin klarifikasi saja.
Dari keterangan Kepala Sekolah beserta rekan guru mengatakan bahwa adanya pungutan pada saat PPDB, itu hanya titipan orang murid yang nantinya di gunakan, bila mana ada kebutuhan yang harus ditanggung orang tua murid,'' seperti dikatakan Sri Mulyati selaku bendahara.

Dan benar saja, Kepala Sekolah menyodorkan beberapa data hasil rapat yang dihadiri para orang tua pada 23 Agustus, disitu di sebutkan bahwa ada kebutuhan yang harus d tanggung oleh orang tua murid untuk pembelian pakaian Olahraga, Seragam Batik, 1 Stelll Kotak, Rompi dan Atribut yang nilainya Rp. 150. 000. Demikian dijelaskan Kepala Sekolah melalui Sri Mulyati. (S.Aji/Sugeng)                   

17/09/13

SMP Negeri Kedungbanteng Menuju SSN

                                                                              Kepala Sekolah

 Slawi (MP) - Guna dapat lebih meningkatkan mutu sekolah dan peserta didik, perlu upaya yang maksimal untuk dapat mewujudkannya. Dan saat ini SMPN Kedungbanteng Kab. Tegal tengah  mempersiapkan sekolah menuju SSN ( Sekolah Standar Nasional ). Ini yang sedang diupayakan,''terang Kepala Sekolah, Mulyono S.Pd.


Adanya Peraturan Pemerintah no.32 Tahun 2013 : Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 1 bahwa Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi (PP 32/2013 pasal 2 ayat 1) untuk 8 standar yang harus dipenuhi yaitu standar isi , standar proses;. standar kompetensi lulusan; standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana;  standar pengelolaan; standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.

Masih menurut Kepala Sekolah, bahwa guna dapat memenuhi 8 standar yang ditentukan, sekolah dengan melibatkan guru yang ada akan berupaya semaksimal mungkin agar dapat tercapai. Saat ini dari 8 standar yang telah ditetapkan, sekolah sedang mengupayakan standar kompetensi kelulusan yaitu dengan pencapaian standar nilai rata - rata UN (Ujan Nasional ) 6,5.  Kami berhara dengan upaya yang dilakukan sekolah, semua itu bisa tercapai,'' tutur Mulyono.

Dan sebagai upaya yang dilakukan sekolah diantaranya dengan meningkatkan kinerja para guru, mengefektifkan KBM dan nantinya dengan penambahan Jam pelajaran. Untuk kelulusan Tahun 2012/ 2013, sekolah telah dapat meluluskan siswanya dengan 100 % dan kedepan akan lebh ditingkatkan lagi. (SenoAji)              

11/09/13

Lomba Mapsi ke-16 di Kecamatan Dukuhturi Diadakan

Slawi (MP)  Guna dapat meningkatkan  rasa keimanan dan ketakwaan pada diri siswa, diperlukan suatu cara agar siswa dapat lebih terarah. Salah satunya dengan adanya kegiatan lomba Mapsi di tingkat kecamatan Dukuhturi. Lomba yang diadakan di SDN Sidapurna 02 ini diikuti 38 SD Negeri dan swasta.

                                   Selain Bidang Keagamaan,  Lomba Wira Usaha Juga Diikutkan   
Hal ini seperti dikemukakan Ketua Panitia, Sihono, SAg, menyampaikan adanya lomba Mapsi di tingkatkan kecamatan ini bertujuan untuk memperdalam materi keislaman pada diri siswa disamping menambah rasa Iman dan Takwa. Dan untuk lomba - lomba yang didakan diantaranya , Lomba Khitobah, Bercerita Islami, Lomba mapel PAI, LCC, lomba melukis atau seni Kaligrafi dan menulis ayat - ayat  Alqur'an, lomba TIK,  serta lomba lainnya. Sedang untuk lomba Rebana rencanaya akan diadakan besok Kamis sekalian pengumuman para Juaranya.

Dan selain lomba dalam bidang Islami, juga diadakan lomba kewirausahaan, disini siswa dilatih untuk bisa berwira usaha nantinya. Untuk lomba yang dikuti yaitu, lomba membuat makanan atau jajan, salah satunya  dengan bahan dasar pisang, dan minuman. Selain itu juga ada kerajianan tangan. Diharapkan dengan adanya lomba Mapsi yang ke - 16 di Kecamatan Dukuhturi ini, dapat mencetak generasi yang Islami, Madani, Berimtak serta memiliki keahlian,'' harap Sihono saat ditemui di sela - sela acara. (dik/safii)                   

10/09/13

SDN Penarukan 02 Tingkatkan Mutu Pendidikan


Slawi  (MP) Guna dapat mencetak lulusan yang lebih berkualitas diperlukan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Selain berupaya memenuhi beberapa fasilitas atau sarana yang dibutuhkan oleh siswa, sekolah juga berupaya menciptakan pembelajaran yang efektif dan efesien agar siswa lebih berkosentarasi dalam belajarnya. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan LCD Proyektor.

 
Seperti disampaikan Kepala SDN Penarukan 02, Nurlaela S.Pd, saat ditemui MP mengatakan, bahwa setiap sekolah sangat menginginkan adanya suatu kemajuan. Untuk itu dengan didukung para guru yang ada dan menjalin kerja sama yang baik dengan wali murid, sekolah akan berupaya mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas. 

Selain meningkatkan mutu pendidikan dalam bidang akademik, upaya lain yaitu dengan menggiatkan kegiatan tambahan ekstra kurikuler, Pramuka, Olahraga, Seni Drum band, Gamelan, Seni tari dan kegiatan lainnya. Dan sebagai program lain yang akan di terapkan di sekolah, dengan adanya animo masyarakat yang menyekolahkan anak didiknya di SDN Penarukan 02, rencananya sekolah akan melengkapinya dengan gedung Perpustakaan. yang tujuannya dengan adanya perpustakaan, sekolah dengan dibantu para guru akan menerapkan sosialisasi kegiatan gemar membaca. Sebab dengan adanya siswa gemar membaca, akan dapat menambah wawasan pengetahuan , ''ungkap Kepala Sekolah.


Lebih lajut dikatakan, bahwa kedisiplinan merupakan bagian dari kunci keberhasilan dan hal ini akan di terapkan di kalangan guru dan para siswa. Tidak hanya disiplin pada saat belajar di sekolah, pada saat di rumah sebagai seorang pelajar atau siswa tugasnya adalah belajar, jadi jadikan bahwa belajar adalah suatu kebutuhan yang harus dilakukan seorang siswa. Dan dengan adanya kegemaran membaca dan belajar yang diiringi dengan sikap kedisiplinan, seorang siswa akan dengan mudah dapat meraih prestasi,''terang Nurlaela belum lama ini. (Didik) 

09/09/13

SD Putra Wacana Raih Juara 2 Kejurda Renang Antar Klub Taruna Jateng

Tegal (MP) - Dari tahun ketahun kiprah SD Putra Wacana terus menglami peningkatan yang signifikan, hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa penghargaan yang telah diraih sekolah melalui para siswanya, seperti pada pencapaian nilai tertinggi hasil UN yang telah diraih Kristian Bayu Dwi Prihantoro dengan hasil nilai yang dicapai untuk Mapel Matematika 9,50, Bahasa Indoneia 9.20 dan IPA 8,50 dengan jumlah nilai 27,20.

Dengan adanya hasil inilah, sekolah kedepan akan berupaya meningkatakan mutu sekolah, baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
                                                Janos Saat Didampingi Kepala Sekolah

 Seperti dikatakan Kepala Sekolah, Yusuf  Sudardi, SPd, saat ditemui diruang kerjanya, selain berupaya meningkatkan mutu, sekolah juga akan tetap mengarah kepada pembentukan karakter agar lebih itensif. Dan sebagai langkah upaya yang dilakukan sekolah guna memperat hubungan dengan wali murid yaitu dengan menciptakan komunikasi dan jalinan kerjasama yang baik. Dengan adanya jalinan kerjasama yang baik, diharapkan para orang tua juga turut memperhatikan perkembangan anak didiknya ketika dirumah,'' terang Kepala Sekolah.

Dalam kegiatan belajarnya, selain telah dilengkapi dengan ruang belajar yang aman dan nyaman, sekolah juga telah dilengkapi dengan alat peraga, TIK dan CD Pembelajaran, IPA, IPS Matematika. Dengan adanya alat ini diharapkan siswa dapat lebih berkosentrasi.

Satu lagi sebuah kejuaaran Olahraga Renang telah dapat ditorehan oleh siswa kelas 3, Janos. Putra pasangan dari Sebastianus Irwan Haryanto dan Fransisca yuanita telah mampu meraih Juara 1 Renang tingkat kota Tegal dan Juara 2 Kejurda Renang antar klub Taruna Jateng yang diadakan di Semarang pada 6-7 September. Janos Atlet Renang yang yang bercita - cita menjadi Profesor dan arsitek serta hobby membaca ini, telah berupaya semaksimal mungkin membuat nama baik sekolah, dan kedepan akan berupaya  lebih baik lagi,  tutur Janos.  
Dan dengan adanya sekolah yang telah meraih Juara 2 Renang di tingkat Propinsi yang diwakili Janos, atas nama sekolah mengucapkan terima kasih serta  merasa cukup bangga dan kedepan sekolah akan berupaya meningkatkan prestasi - prestasi lainnya agar lebih baik lagi,'' harap Yusuf.   (Seno aji)                  

06/09/13

Monumen Bahari Wisata Edukatif Unggulan





TEGAL(MP)- Bagi masyarakat Kota Tegal, Monumen Bahari yang berada di komplek Obyek Wisata (OW) Pantai Alam Indah (PAI) memang sudah mulai dikenal sejak tahun 2009. Namun keberadaan Monumen Bahari tidak hanya bisa dianggap sebagai pelengkap fasilitas sarana rekreasi semata. Pasalnya, Monumen Bahari adalah wisata edukatif unggulan yang tidak dimiliki oleh daerah lain.
Monumen Bahari dibangun sebagai catatan sejarah untuk mengenang perjalanan panjang Angkatan Laut di Tegal. Masyarakat Tegal juga sangat akrab dengan nama-nama yang berbasis Angkatan Laut seperti Ali Sadikin, Bunsaman, Darwis Djamin, Agus Soebekti dan RE Martadinata. Nama terakhir merupakan inspirator perlunya pendidikan Angkatan Laut. Di era pembangunan masyarakat setempat juga tidak melupakan nama-nama berbasis Angkatan Laut yang banyak berkiprah memajukan Kota Tegal. Mereka bukan saja berkiprah di sektor maritim, tetapi juga banyak sektor seperti, Sardjoe, Aryoto dan Samsuri Mastur.
Jumriati (36) bersama rombongan dari Saditan Brebes saat berkunjung ke Monumen Bahari mengungkapkan, banyak hal positif yang dapat diambil dari keberadaan Monumen Bahari di OW PAI. Dari sisi sejarah, dikatakan dia, Tegal adalah cikal bakal berdirinya Angkatan Laut dan sisi positif lainnya tentunya edukasi. “Keberadaannya sangat penting dan bisa menjadi wisata edukatif unggulan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Wiyono (56) warga Mejasem yang rutin setiap Minggu pagi berkunjung ke PAI. Menurutnya, banyak hal positif yang bisa diambil oleh masyarakat Tegal, tidak hanya kebanggaan dilihat dari sejarah saja, namun juga wisata pendidikan bagi pelajar Kota Tegal. “Monumen Bahari bukan hanya sekedar pelengkap fasilitas sarana rekreasi, atau hanya untuk menambah cantik PAI agar menarik pengunjung lebih banyak, tapi lebih dari itu, sisi edukasi juga bisa di tonjolkan,” terangnya.
Monumen Bahari selain sebagai perwujudan penghargaan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar sektor kebaharian di Tegal, juga sebagai upaya untuk membangun obyek wisata edukatif yang berdaya saing. Di komplek Monumen Bahari yang berdiri pada lahan seluas 5000 meter persegi terdapat bangunan induk sebagai Museum Bahari, 1 unit Ranpur Tank PT 76, 1 unit Pintam BRDM, 1 unit Jangkar, Meriam Darat Caliber 85 mm, 1 unit Torpedo, 2 unit Ranjau Tanduk, 5 unit Bauyance, Pesawat Nomad, 2 unit Monting Sea Cat dan perlengkapan perang lainnya.
Sebagai tujuan wisata edukatif unggulan Kota Tegal, Monumen Bahari dilengkapi dengan berbagai peralatan tempur dan data pendukung yang menguatkan Tegal sebagai cikal bakal Marinir dan Sekolah Angkatan Laut (SAL). Mengingat waktu itu di Pangkalan IV Angkatan Laut Tegal muncul gagasan perlu adanya Korps Marinir.
Selain cikal bakal Korps Marinir, pada bulan Maret 1946 di Tegal didirikan Sekolah Angkatan Laut. SAL didirikan atas perintah Markas Besar ALRI di Yogyakarta yang saat itu dipimpin oleh Laksamana III Maspandi, selaku Kepala Staff Umum ALRI. Dipilihnya Tegal sebagai tempat pendidikan Angkatan Laut karena di Tegal sudah memiliki sekolah pelayaran, selain itu di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya, masih menjadi ajang pertempuran. (didik yuliyanto)      

Aktivitas TBM Terminal Alami Peningkatan




TEGAL(MP)- Aktivitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti Terminal Bus Tegal terus mengalami peningkatan. Sejak fasilitas membaca di tempat publik ini didirikan tahun 2011 lalu, jumlah pengunjungnya  terus bertambah. Selain dinilai produktif dan mampu menuntaskan keaksaraan, khususunya bagi para pengasong di terminal, TBM terminal menjadi satu-satunya TBM di terminal di Indonesia yang aktif.
Dr Yusqon, MPd selaku pengelola dalam sebuah kesempatan mengungkapkan, jumlah anggota TBM Terminal Bus Tegal sudah mencapai 20 orang. Mereka setiap harinya berprofesi sebagai pengasong yang beroperasi di Terminal Tegal. Koleksi bukunya pun sudah mencapai ribuan eksemplar.Keberadaan TBM di Terminal Bus Tegal telah banyak memberikan ilmu pengetahuan bagi para pengasong. Selain itu juga mampu memberikan warna dan nuansa berbeda di dalam terminal.
Tidak hanya para pengasong, banyak tokoh nasional yang pernah singgah di TBM ini. Diantaranya, Walikota Tegal, Yessi Gusman, Ray Sahetapy, Dewi Hughes, Slamet Gundono, dan lain-lain. Beberapa waktu lalu juga tidak ketinggalan Kepala P2PNFI Pusat, Dr Ade Kusmiyadi pernah singgah dan bertatap muka langsung dengan para pengasong di Terminal Bus Tegal. (didik yuliyanto)  

05/09/13

KKSS Gelar Silaturrahmi Peringati Peristiwa Westerling

TEGAL(MP)- Warga Sulawesi Selatan mungkin tidak akan pernah lupa akan peristiwa kekejaman pasukan Belanda Depot Speciale Troepen (DST) pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling. Peristiwa pembantaian secara kejam yang dilakukan oleh pasukan Belanda di sejumlah daerah di wilayah Sulawesi Selatan memakan korban sekitar 40.000 jiwa rakyat Indonesia.

Peristiwa kekejaman yang tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda, terjadi pada rentang bulan Desember 1946-Februari 1947. Peristiwa itu terjadi selama operasi militer Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan). Waktu itu Belanda menamakan pejuang Indonesia yang menentang dan melawan penjajah Belanda sebagai pemberontak.
Guna mengenang peristiwa kekejaman Westerling tersebut, ratusan warga Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berada di Jawa Tengah berkumpul di Kota Tegal yang dipusatkan di Auditorium BPPP/SUPM Negeri Tegal, Minggu (1/9). Acara itu sekaligus juga menjadi ajang pertemuan tahunan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang tersebar di Propinsi Jawa Tengah.
“Peringatan dipusatkan di Kota Tegal yang sekaligus juga menjadi ajang pertemuan tahunan dan Halal Bihalal warga KKSS Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang serta warga Sulsel yang tersebar di sejumlah kota di Jateng,” terang Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Cabang Tegal, Ir Salim Mas’oed MM.
Acara tersebut menghadirkan, pembicara Prof Dr Laode Kamaluddin dengan materi yang disampaikan, yakni Hikmah Halal Bihalal, mantan Wagub Jateng Dra Rustriningsih MSi dengan materi Hikmah dan Kilas Balik Peristiwa Korban 40.000 Rakyat Indonesia di Sulawesi Selatan.
Turut hadir dalam kesempatan itu, penceramah Ir Sony Noryatno, Drs Andi Sulolipu, H Laica SH, Drs Rofiq, Drs H Yasin Kara dan Andi Sannang serta para Ketua KKSS cabang. (didik yuliyanto)

Kurikulum 2013, Guru Dituntut Kreatif

Bumiayu-(MP) Pelaksanaan Kurikulum 2013 merupakan kewajiban bagi sekolah diwilayah Kabupaten Brebes. Karena Kurikulum 2013 merupakan kelanjutan dan pengembangan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004. Kurikulum itu sendiri  mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan secara terpadu. Hal ini dikatakan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tonjong, Kuwat Slamet SPd saat membuka Sosialisasi Kurikulum 2013 di Gedung KPRI Dwija Tonjong, Kamis(29/8) kemarin.



                                             Pengawas Saat Sosialisasi

Lebih lanjut  dikatakan dia, pengembangan Kurikulum 2013 ini menitik beratkan pada penyederhanaan, pendekatan  tematik-intregatif dilatarbelakangi oleh masih terdapat beberapa permasalahan pada Kurikulum 2006 (KTSP). Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud akan mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara bertahap mulai tahun pelajaran baru bulan Juli 2013 ini.



“Untuk itu kita harus mempersiapkan diri guna pelaksanaan kurikulum baru tersebut, salah satunya mengadakan sosialisasi kepada kepala sekolah dan guru kelas 1 dan 4 agar nanti bisa  melaksanakannya di sekolah masing-masing, walaupun disana sini masih banyak kekurangan seperti pengadaan buku dan lainnya,” jelasnya.

Konsekwensinya, masih kata dia, sebagai pengawas dan guru di Kabupaten Brebes harus kreatif dan harus jemput bola. “Kita harus mendapatkan buku walaupun harus beli sendiri maupun pinjam demi  suksesnya pelaksanaan kurikulum 2013 ini,” tambah Triyono, SPd selaku pengawas TK/SD.



Sementara, Ketua Umum PB PGRI, Dr H Sulistiyo, MPd saat Halal Bi Halal di Kecamatan Tonjong mengatakan, bahwa pelaksanaan Kurikulum 2013 belum semua daerah melaksanakannya. Tapi Brebes termasuk berani semua sekolah tahun pelajaran baru ini serentak dengan kurikulum barunya.

“Ini bagus, bagi sekolah yang sudah bisa melaksanakan kurikulum baru pada tahun pelajaran ini, yang jelas ada beratnya, antara lain pengadaan buku, mempersiapkan gurunya agar siap menghadapi hal yang baru. Semuanya jelas tidak lepas dari pendanaan. Mudah-mudahan sambil berjalan bisa terpenuhi semuanya,” harap dia.



Pelaksaanaan sosialisasi ini berlangsung selama 3 hari dari Kamis,29-31 Agustus 2013. Peserta dari kepala Sekolah, Guru Kelas 1 dan 4. (imam suwondo)

)

30/08/13

SMPN 1 Bantarbolang Berharap Adanya RKB Tingkat



Pemalang (MP) – Adanya keterbatasan luas lahan di SMPN 1 Bantarbolang tidak menyurutkan langkah sekolah untuk berupaya meningkatkan mutu peserta didik, mutu baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Demikian dikatakan Kepala Sekolah, Sus Riyanto S.Pd, bahwa adanya kondisi sekolah yang tidak bisa menjadi SSN (Sekolah Standar Nasional) dikarenakan karena keterbatasan luas lahan sekolah. Meski demikian, kami beserta segenap guru yang ada tidak akan pernah menyerah dengan kondisi yang ada dan akan terus berupaya menjadikan sekolah lebih berkualitas,’’ tuturnya.
Masih menurut Kepala Sekolah, sejak 2 tahun di bawah kepemimpinannya dan sudah terlihat adanya peningkatan, baik dalam bidang sarana maupun bidang lain yang sudah terealisasi. Bahkan saar ini, sekolah sedang membangun Musholla dari dana infak para guru, komite dan dari para alumni. Mudah – mudahan dengan adanya dana bantuan gotong royong ini dapar memperlancar pembangunan gedung musholla.
Selain dalam bidang sarana prasana, siswanya juga telah meraih Juara 2  Mocopat dan Juara 2 Baca Puisi yang diraihnya di tingkat Kab Pemalang serta sederet prestasi lainnya. Dan dengan adanya prestasi ini, sekolah akan berupaya untuk lebih meningkatkannya. Dalam bidang sarana prasarana, sekolah juga berharap adanya bantuan RKB tingkat, guna terpenihinya dan kelancaran KBM di SMPN 1 Bantarbolang,’’ujar Kepala Sekolah. (Kirno/ Seno aji)                      

Archive

free counters


Dalam menjalankan tugasnya semua wartawan Muara Pos dibekali Surat Tuas dan ID Card serta namanya tercantum dalam Box Redaksi

Kisah Nyata

Sosok