Headline

Total Pengunjung

Advertorial

Berita Terkini

Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

22/09/13

SDN Bongkok 02 Tarik Pungutan Memberatkan

Slawi  (MP) -  Dengan adanya peningkatan besarnya BOS untuk tiap peserta didik khususnya pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), maka pemerintah dengan tegas melarang adanya pungutan biaya pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Adapun yang mengatur tentang larangan pungutan biaya pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2011 (Permendikbud No.60 Tahun 2011).

Lain halnya seperti yang dialami para orang tua yang menyekolahkan anak didiknya di SDN Bongkok 02  Kec. Kramat Kab. Tegal, pada saat PPDB ( Pendaftaran Peserta Didik Baru), mereka mengeluh tentang adanya tarikan atau pungutan dari sekolah tersebut. Dan dari data yang dihimpun MP serta dari adanya penuturan beberapa para orang tua yang tidak mau disebut namanya, mereka menilai bahwa pungutan itu untuk pendaftaran, padahal Dinas Pendidikan Kab. Tegal melarang sekolah untuk memungut pendaftaran.  Dan adanya pungutan itu bervariasi jumlahnya, dari  Rp. 50 -  Rp. 200.000. Yang kata para orang tua itu menuturkan, tidak adanya kwitansi dari sekolah, kalau pengin jelasnya lebih baik ke sekolah,'' kata salah satu orang tua siswa.  

Dan ketika MP, mencoba mengklarifikasi, yang di temui Kepala Sekolah, Santi Suriti S.Pd, yang didampingi para guru Purmoko dan Sri Mulyati yang juga sebagai bendahara BOS. Dari penerimaan mereka yang menilai wartawan hanya mecari - cari saja. Padahal kami, sebagai wartawan hanya pengin klarifikasi saja.
Dari keterangan Kepala Sekolah beserta rekan guru mengatakan bahwa adanya pungutan pada saat PPDB, itu hanya titipan orang murid yang nantinya di gunakan, bila mana ada kebutuhan yang harus ditanggung orang tua murid,'' seperti dikatakan Sri Mulyati selaku bendahara.

Dan benar saja, Kepala Sekolah menyodorkan beberapa data hasil rapat yang dihadiri para orang tua pada 23 Agustus, disitu di sebutkan bahwa ada kebutuhan yang harus d tanggung oleh orang tua murid untuk pembelian pakaian Olahraga, Seragam Batik, 1 Stelll Kotak, Rompi dan Atribut yang nilainya Rp. 150. 000. Demikian dijelaskan Kepala Sekolah melalui Sri Mulyati. (S.Aji/Sugeng)                   

09/09/13

Antisipasi Macet Polres rekayasa Lalin

BREBES(MP)- Terkait perbaikan Jembatan Pemali dan agar tidak menimbulkan kemacetan total, akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Rekayasa itu diberlakukan dengan sistem one way di areal jembatan, baik lalu lintas dari arah Jakarta maupun Semarang. Hal itu dikatakan Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo, Jumat (6/9) lalu.
“Dengan perbaikan Jembatan Pemali Brebes, Polisi lalu lintas  (Polantas) akan bekerja keras agar arus lalu lintas di Pantura tidak sampai lumpuh. Petugas sudah memahami situasi dilapangan. Jika terjadi kemacetan berkepanjangan arus lalu lintas dari arah Pejagan akan dialihkan ke wilayah Ketanggungan,” jelas Kapolres.
Perbaikan jembatan diperkirakan akan memakan waktu 2 (dua) bulan dengan model konstruksi jembatan menggunakan beton dobel T, yang diyakini sangat  kokoh dengan daya beban mencapai 60 ton. Dengan konstruksi beton pres diyakini juga lebih kuat, jika dibandingkan konstruksi sebelumnya. Usia ketahanan jembatan sekitar 5 tahun.
Waridin (52) warga Klampok yang berprofesi sebagai sopir berharap, perbaikan Jembatan Pemali bisa tepat waktu sesuai yang ditargetkan, dan tidak sampai melumpuhkan arus lalu lintas di Pantura. “Kami berharap pembongkaran dan pemasangan Jembatan Pemali tidak dikerjakan asal-asalan, sehingga konstruksinya kuat dan tahan lama,” pungkasnya. (didik yuliyanto)   

30/08/13

Sering Banjir, SD Mintaragen 9, Berharap Bantuan


Tegal ( MP) – Banjir lagi, banjir lagi, sebuah  kalimat yang terucap para siswa ketika melihat halman sekolah tempatnya belajar terendam air. Meski air belum masuk ke dalam kelas, hanya di halaman, tapi kalau tidak segera di tanggulangi, air bisa masuk kedalam kelas dan dapat menggangu aktifitas anak untuk olahraga dan bermain.
Kepala SDN Mintaragen  9  Kota Tegal, Santoso, SPd, saat ditemui MP, menjelaskan adanya banjir kali ini karena semalam habis diguyur hujan lebat. Selain itu dikarenakan karena kondisi halaman yang terlihat lebih rendahdari jalan raya. Dan tidak hanya karena hujan saja, sekolah juga tergenang banjir, jika air sedang pasang atau rob, maka sekolah kebanjiran.
Adanya kondisi sekolah sering banjir ini, Bapak Walikota Ikmal Jaya Se,Ak, pernah berkunjung ke sekolah dan melihat langsung pada saat sekolah sedang kebanjiran. Selain itu Wakil Walikota, Habib Ali Zaenal Abidin, SE, yang kemudian rombongan komisi 1 anggota DPRD Kota Tegal juga datang untuk meninjau langsung kondisi sekolah.
Untuk itu kami, atas nama sekolah,  berharap adanya bantuan DAK atau rehab kenaikan pondasi untuk 3 ruang yang berhubungan dengan banjir dan  berharap adanya pengurukan halaman yng terendam banjir dapat segera terealisasi, karena ini merupakan bencana alam,’’ pungkas Santoso belum lama ini . (senoaji)    

SDN PEPEDAN 01 BERUPAYA TINGKATKAN PRESTASI


Dukuhturi (MP) – Mewujudkan siswa berprestasi yang berkualitas dan mampu menguasai kecakapan hidup, beriman dan bertakwa sereta memuliki kepribadian mulia adalah tujuan yang akan dicapai SDN Pepedan 01 Kec. Dukuhturi Kab. Tegal. Untuk itu, sekolah akan berupaya semaksimal mungkin , guna meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat  dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi.
                                                                    Kepala Sekolah 

Demikian dikatakan Kepala SDN PEPEDAN 01, Aripin S.Pd, bahwa dengan jalinan kerjasama yang diterapkan dengan para guru, sekolah akan melaksanakan pembelajaran dan bimbingan sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku dengan melibatkan siswa secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, sehingga nantinya dapat menumbuhkan semangat berprestasi secara intensif kepada setiap warga sekolah agar peserta didik mampu berkompetensi. Disamping itu, sekolah juga menyelenggarakan program guna meningatkan mutu para pendidik atau guru. ‘’ Diharapkan dengan adanya program ini, dapat meningkatkan profesionalisme para guru ,’’ terang Kepala Sekolah.
                              


                                              Siswa Beserta Guru Saat Kegiatan Pesta Siaga
Lebih lanjut dikatakan, sebagai upaya lainna yaitu dengan menciptakan suasana KBM yang aman dan nyaman, dalam bidang sarana prasana, selain ruang kelas, sekolah juga sudah di lengkapi dengan Perpustakaan, Alat peraga, Komputer dan sarana lainnya. Selain bidang akademik dan non akademik, kegiatan ekstra kurikuler juga diberikan, seperti  Pramuka, Seni tari dan Olahraga.
Berbagai bukti prestasi telah dapat ditorehkan, diantaranya mampu meraih Tergiat 2 Pesta Siaga dan mewakili ke tingkat Kab.Tegal. Sedang ntuk kejuaraan lainnya yaitu Juara 1 Pesta Siaga dan dan dalam perolehan hasil nilai UN untuksiswanya mengalami kenaikan peringkat, dalam nilai perorangan siswanya yang bernama Alfano menduduki peringkat 2 di  dtingkat Kec. Dukuhturi.  ‘’Harapanya dengan adanya prestasi yang telah dicapai para siswa, kedepan sekolah akan berupaya meningkatkan lebih baik lagi,’’ papar Aripin, saat ditemui di ruang kerjanya. ( senoaji/ didik)               

04/02/12

Pelaku Perbuatan Mesum Ternyata korban Pemerkosaan

Terkait adanya dugaan perbuatan mesum dan penggrebekan yang terjadi di rumah kos milik Hj Suharti, Jalan Karimunjawa I RT 05 RW 11,Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, dibenarkan oleh Ahmad Rella, ketua RT wilayah setempat. Bahkan kepada MP, yang bersangkutan menyampaikan pihaknya turut pula mendampingi keluarga Gis ke Polres Tegal Slawi guna melaporkan dugaan adanya tindak pemerkosaan yang dialami oleh Gis.

Menurut Rella, pada mulanya ia tidak mengerti bila Gis, diduga, telah menjadi korban pemerkosaan yang disinyalir dilakukan oleh tujuh pemuda. Karena disamping pihaknya tidak mengetahui rentetan peristiwa tersebut, TKP (tempat kejadian perkara)nya juga berada di wilayah hukum Kabupaten Tegal. “Awalnya saya tidak tahu kalau dia (Gis, red) itu korban pemerkosaan, karena apa yang kami lakukan hanya sebatas mengamankan dimana dia dan pasangannya telah melakukan perbuatan mesum di wilayah kami. Dan saya baru mengetahui cerita pemerkosaan itu setelah saya datang ke rumah orang tua Gis,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

Dipaparkan, penggrebekan yang dilakukan oleh pihaknya diawali dengan kecurigaan munculnya sepasang muda mudi di rumah kos Hj Suharti. Disamping wajah mereka tidak dikenal, juga karena keduanya tidak terlihat lagi duduk di depan rumah. Hal itu yang membuat pihaknya segera mengambil tindakan untuk melakukan penggrebekan di salah satu kamar yang dimasuki oleh dua insan berlainan jenis tersebut.

“Saya mengamati mereka sejak mereka baru datang, karena rumah saya persis berhadapan dengan tempat kos itu. Pertama memang si perempuan duduk-duduk di depan rumah, tapi tidak lama kemudian masuk dan gak keluar-keluar lagi. Terpaksa saya minta bantuan warga untuk jadi saksi. Dan benar, waktu kami masuk terus mendobrak pintu kamar itu, mereka sedang melakukan hubungan badan,” paparnya.

Selanjutnya, masih menurut penuturan Rella, sejumlah warga segera melakukan pengamanan, dan untuk menghindari aksi anarkis ia langsung mengontak anggota Polmas Polres Tegal Kota. “Ketika kami amankan, yang laki-laki mengaku pelajar SUPM Tegal bernama Zal (initial, red). Sedangkan siperempuan ternyata tetangga kami, satu RT hanya beda RW. Kemudian setelah petugas dari Polres datang keduanya langsung segera kami serahkan kepada petugas,” urainya.

Dia mengatakan, 2 hari paska dilakukannya penggrebekan itu dia menyambangi kediaman orang tua Gis.Tujuannya tidak lain adalah untuk mencari tahu sejauh mana penyelesaian peristiwa yang telah menggemparkan wilayahnya tersebut. Namun sesampainya disana apa yang disampaikan, baik oleh orang tua Gis maupun oleh gadis itu secara langsung, ternyata cukup mengejutkan. Karena sebelum terjadinya penggrebekan itu, tenyata Gis telah menjadi korban kebiadaban laki-laki, ia diduga diperkosa oleh tujuh laki-laki, secara bergiliran.

“Setelah Gis dan ibunya menceritakan kejadian yang sebenarnya, saya sangat kaget. Dan detik itu juga, sepulang dari rumah Gis, saya langsung ke rumah saudara Tarman dan menyampaikan cerita itu kembali kepada dia. Kemudian kami mempunyai inisiatif untuk menolong Gis dengan cara menindaklanjuti kejadian itu,” katanya.

Diungkapkan, sebelum melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polres Tegal, pihaknya terlebih dulu datang ke Polres Tegal Kota. Karena salah satu unit pada jajaran dimaksud juga turut menangani permasalahan perbuatan mesum yang disinyalir dilakukan oleh Gis dan Zal, pemuda yang diduga turut melakukan pemerkosaan terhadap Gis secara bergiliran. “Mewakili keluarga Gis, awalanya saya dan saudara Tarman datang ke Polres (Polres Tegal Kota, red), guna melaporkan secara resmi aksi perkosaan itu. Tapi karena TKP-nya di wilayah Slawi, pihak Polres menyarankan kepada kami supaya laporannya dilakukan di Polres Slawi. Jadi terpaksa kami lari ke Slawi dan melaporkan secara resmi kejadian itu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kapolres Tegal AKBP Nelson PP SIK melalui Kasat Reskrim AKP Rudy Wihartana SH ketika dikonfirmasi seputar masalah tersebut membenarkan adanya laporan dari keluarga korban. Namun sejauh ini perkaranya masih dalam tahap penyelidikan.”Kami memang sudah menerima laporan dari pihak keluarga korban, untuk perkembangannya kami masih menunggu hasil penyelidikan anggota di lapangan,” singkatnya, saat ditemui MP beberapa waktu lalu, di ruang kerjanya. yan
 

Archive

free counters


Dalam menjalankan tugasnya semua wartawan Muara Pos dibekali Surat Tuas dan ID Card serta namanya tercantum dalam Box Redaksi

Kisah Nyata

Sosok